....here i am....

..tidak seperti apa yg kamu lihat,,,dengar,,,ucapkan,,,apapun asumsinya.....this's mine...moga bermanfaat...^_^

Rabu, 20 April 2011

PERAN APOTEKER DI DUNIA KESEHATAN


Siapapun dan dimanapun orang/pimpinan organisasi profesi berbicara dalam masalah kefarmasian, intinya tidak lain adalah pelaksanaan " Pharmaceutical Care " ( P.C. ) P.C. ada yang mengartikan " Asuhan Kefarmasian " , ada juga " Perhatian Kefarmasian " atau "Kepedulian Kefarmasian ".Pharmaceutical Care adalah tanggung jawab farmako-terapi dari seorang apoteker untuk mencapai dampak tertentu dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.P.C. di implementasikan dengan " Good Pharmacy Practice" "Cara Praktik di Apotik yang Baik" (CPAB).
Dalam pelaksanaan CPAB diperlukan:
1.     Keterlibatan langsung farmasis (apoteker) dalam segala segi pelayanan kebutuhan pasien (obat-obatan dan alat kesehatan).
2.     Aktifitas utama apotik adalah:
     a.       menyalurkan obat-obatan dan alat kesehatan dengan mutu dan keabsahannya yang terjamin;
     b.      memberikan informasi obat yang tepat;
    c.       membantu monitoring efek dari obat / alat kesehatan tersebut.
3.     Kontribusi apoteker yang menyeluruh dalam hal penggunaan obat yang tepat dan peresepan yang   

rasional serta ekonomis.
4.     Setiap orang / petugas di apotik sudah diberi tahu bahwa tugas setiap pelayanan apotik sangat penting dan saling berhubungan satu dengan lainnya.
5.     Untuk itu diperlukan pelayanan yang professional yaitu pelayanan yang:
- Dilaksanakan dengan kemampuan dan disiplin yang tinggi;
- Mengamalkan kode etik dan standar profesi;
- Taat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

1 komentar:

  1. As.wr.wb
    istilah No pharmacyst no Services , hanya retorika yang menyesatkan publik. Kenyataannya lebih 95% , apoteker tidak full time di apotik. Janganlah bikin istilah yang menyesatkan masyarakat.Masyrakat sudah tahu kok, yang ada di apotik kalau tidak kasir ya asistenya. Sampai sekarang tetap begitu.Bahkan regulator dan pengawas (Dinkes dan dedengkotnya IAI) kerja rangkap di apotik. Tidak sesuai antara omongan dan perbuatannya. 99% apoteker yang kerja di Dinkes,juga sebagai APA di apotik lain. APa mungkin NPNS dilaksanakan? Saya juga meragukan anda dapat menjalan ideologi yang anda tulis ini!. APoteker banyak yang munafik, lain bicara lain pula kenyataannya. Begitulah carut marut dunia APoteker Idonesia saat ini. PAYAH !

    BalasHapus